Archive for band

Sebab Kegagalan Sebuah Band

Posted in Artikel with tags on February 12, 2009 by leeming

1. Mereka tidak memiliki tujuan
Jika Anda tidak memiliki tujuan dalam mengembangkan karier, bagaimana Anda bisa mendeteksi sebuah kemajuan? Bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas. Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.2. Mereka tidak memiliki perangkat menuju kesuksesan

Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah “proses” untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi asset yang sangat berharga. Bagian dari “proses” yang di maksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan “perangkat” khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik! Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional.

PRESS KIT/PROMO PACK
a. Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)
b. Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis, termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang
mereka kerjakan, dan sebagainya.)
c. Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan oleh sang artis, milik sendiri atau cover)
d. Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis yang termuat dalam demo mereka.
e. Foto artis.
f. “Write-ups.” (Berbagai kisah menarik atau resensi yang ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan tentang mereka di radio maupun televisi.)

MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Anda adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan Anda (sang artis). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.DAFTAR TARGET MEDIA
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan- penerbitan industri musik, majalah-majalah, suratkabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya
memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat “perhatian” untuk dikontrak label rekaman.Pernahkah Anda mendengar orang berkata, “saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka.” Nah, Anda harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu “tampil” sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band Anda maka dijamin band Anda akan tampil di banyak
tempat!Manfaatkan penggunaan media dengan memasang iklan atau beriklan secara gratis, sebarkan rilis pers, write-ups dan resensi, dan kalau bisa usahakan tampil di radio dan juga televisi juga.3. Mereka tidak memiliki seseorang untuk memandu karierSalah satu tanggungjawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing.Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer. Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena “teman-teman” ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah.Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman- teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.4. Mereka menunggu untuk ditemukanJika Anda “menunggu untuk ditemukan,” saya punya satu pertanyaan sederhana…“APA YANG SEBENARNYA YANG KAMU TUNGGU?”Ini seperti berkata, “Saya sedang menunggu sukses!” Jelas tidak masuk akal! Apa yang dimaksud oleh musisi-musisi ini ketika mereka bilang tengah menunggu untuk ditemukan sebenarnya adalah: “Saya sudah mentok karena benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi!” Tidak ada yang perlu ditunggu-tunggu, mulai lakukan sesuatu, SEKARANG!Demand discovery, never wait for it!5. Mereka kurang berdedikasiBanyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Itulah dedikasi! Itulah kegigihan! Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Anda tentu tidak perlu tampil 10 tahun lamanya sebelum “keajaiban” terjadi, namun, bila Anda memiliki dedikasi untuk mengarungi suka- duka dan sukses menghalau segala rintangan yang manghalang, agaknya Anda sudah semakin dekat dengan “keajaiban” tersebut.6. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukanOke, berikut ini adalah; “3 Rahasia Besar untuk menjadi Sorang Musisi Profesional dan Mendapatkan Kontrak Rekaman!”Asah terus bakat Anda! Latihan, latihan, latihan!
Didiklah diri Anda dengan berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau Anda mengerti semuanya, cari tahu! Jika Anda berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Anda benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah Anda tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang Anda bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri Anda sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar!
Promosi, promosi, promosi! Mungkin Anda adalah musisi terhebat atau penyanyi paling sensasional yang pernah ada di planet ini, tapi kalau tanpa di dukung promosi, siapa yang tahu?7. Mereka lebih banyak punya alasan mengapa mereka tidak bisa dibandingkan mereka bisa!Banyak musisi yang belum apa-apa sudah memasang banyak penghalang di benak mereka. Hal ini malah membuat mereka jauh dari kesuksesan. Jangan biarkan kekurangan PD merongrong bakat atau karier musik yang telah Anda impi-impikan sejak lama. Ego yang sehat malah dibutuhkan dalam bisnis musik. (seorang ego-maniak tidak mendapat tempat di sini!)8. Mereka tidak memiliki komitmen jangka panjangJika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi “beneran” selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan
kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!9. Mereka tidak seriusJika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi professional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara professional pula!10. Mereka tidak berbakat sama sekaliSalah satu alasan terbesar mengapa begitu sulit untuk menembus bisnis musik adalah karena bisnis ini merupakan bisnis yang kompleks. Semua orang kebelet menjadi bintang. Apa yang membuatnya semakin sulit ditembus ternyata karena makin banyak lahir musisi jadi-jadian yang merusak kesempatan bagi musisi-musisi berbakat! Label-label rekaman dibombardir dengan demo-demo “sampah” yang sangat jauh dari standar industri musik. Tidak heran makanya demo-demo ini kemudian langsung berakhir di keranjang sampah walau belum sempat dibuka sama sekali! Ini artinya bagi musisi professional, orang tersebut harus menunggu sampai bagian A&R dari label-label rekaman tersebut selesai menyortir satu-persatu ribuan “sampah” tersebut sebelum akhirnya benar-benar dibuka dan disimak oleh mereka.

Leeming Band Returns From Underground With Love

Posted in Home with tags , , , , , , , , , , , , on November 14, 2008 by leeming

Leeming Logo

Lagu-Lagunya Bisa Di DOWNLOAD Disini :

TERUS TERANG
BILA SAAT TIBA
TEMAN TIDURKU (T2)
WANITA DI ATAS PRIA
JABLAY
SATU BINTANG


Bisa Dibuka Juga Link Yang Lainnya Di Link Dibawah Ini (Click Disini) :

WORDPRESS

CLICK DISINI

BLOG DETIK

CLICK DISINI

MYSPACE

CLICK DISINI

MULTIPLY

CLICK DISINI

IMEEM

CLICK DISINI

Recording Spec’s

Posted in Artikel with tags , , , , , , , , , on November 14, 2008 by leeming

Leeming Band Merekam Karya-karya lagunya dengan Alat Rekam yang Minimalis dan kami sebut sebagai Podcast Studio untuk pembuatan Demo lagu  dan  Mini Studio untuk Produksi Lagu dari tahap Recording dan Mixing

Podcast Studio yang biasa Leeming gunakan untuk pembuatan Demo lagu diantaranya terdiri dari:

  • Audio Card FCA-202
  • Professional 8-input mixer XENYX 802
  • High-quality headphones HPS3000
  • Studio microphone plus cable C-1
  • Tube Ultragain MIC200

Adapun Mini Studio yang dipakai Leeming untuk Produksi Lagu dari tahap Recording sampai Mixing dengan spesifikasi sebagai berikut :

Spec Personal Computer

  • Processor Intel Core 2 Duo 2.2 Ghz E4500
  • Motherboard Intel Board DP35DP
  • Memory Visipro 2Gb
  • Video Card Nvidia GForce 8500GT
  • Western Digital 320Gb
  • Monitor LCD Viewsonic 22Inch
  • CPU USB Firewire Support
  • Mouse & Keyboard Logitech
  • Sound Card Alesis Firewire IO 26

Spec Recording Accessories

  • ALESIS iO | 26 Firewire Audio Interface
  • TRUTH B2031A Monitor Studio
  • U-CONTROL UMX61 Midi Controller
  • HPS5000  Headphones Studio
  • Dual Diaphragm Condenser Microphone B-2 PRO
  • TUBE ULTRAGAIN T1953 Mic Pre Amp
  • GUITAR V-AMP PRO Multi Effects Processor Amp
  • BASS V-AMP PRO Multi Effects Processor Amp

Dengan Software :

  • STEINBERG NUENDO 3.2
  • STEINBERG HYPERSONIC 2
  • GROOVE AGENT
  • STEINBERG VIRTUAL GUITAR
  • STEINBERG VIRTUAL BASSIST
  • BFD DRUMS
  • NATIVE INSTRUMENT B4
  • EDIROL ORCHESTRA
  • IK MULTIMEDIA T-RACKS
  • AMPLITUBE JIMI HENDRIX
  • AMPLITUBE 2
  • DAN VSTi Plug In Lainnya

Dengan Peralatan yang minimalis ini kami terus mencoba untuk Berkarya Sebaik2xnya untuk hasil yang Maksimal…

Red Hot Chili Peppers History

Posted in Artikel with tags , , , , , , , , on April 1, 2008 by leeming

BIOGRAPHY

Few rock groups of the ’80s broke down as many musical barriers and were as original as the Red Hot Chili Peppers. Creating an intoxicating new musical style by combining funk and punk rock together (with an explosive stage show, to boot), the Chili Peppers spawned a slew of imitators in their wake, but still managed to be the leaders of the pack by the dawn of the 21st century. The roots of the band lay in a friendship forged by three school chums, Anthony Kiedis, Michael Balzary, and Hillel Slovak, while they attended Fairfax High School in California back in the late ’70s/early ’80s. While Balzary and Slovak showed great musical promise (on trumpet and guitar, respectively), Kiedis focused on poetry and acting during his high school career. During this time, Slovak taught Balzary how to play bass, while the duo encouraged Kiedis to start putting his poetry to music, which he soon did. Influenced heavily by the burgeoning L.A. punk scene (the Germs, Black Flag, Fear, Minutemen, X, etc.) as well as funk (Parliament-Funkadelic, Sly & the Family Stone, etc.), the trio began to rehearse with another friend, drummer Jack Irons, leading to the formation of Tony Flow & the Miraculously Majestic Masters of Mayhem, a group that played strip bars along the sunset strip during the early ’80s. It was during this time that the quartet honed their sound and live act (as they stumbled across a stage gimmick that would soon become their trademark — performing on-stage completely naked, except for a tube sock covering a certain part of their anatomy). By 1983, Balzary had begun to go by the name “Flea,” and the group changed their name to the Red Hot Chili Peppers.



Word spread quickly about the up-and-coming band, resulting in a recording contract with EMI. But before the Chili Peppers could begin work on their debut, Flea and Kiedis were dealt a disappointing blow when both Slovak and Irons announced that they were leaving to focus more on another band they were in, What Is This. With replacement members Jack Sherman (guitar) and Cliff Martinez (drums) filling in, the Peppers released their self-titled debut in 1984. But the absence of the two original members showed, as the album failed to capture the excitement of their live show. While the album didn’t set the world on fire sales-wise, the group began to build a dedicated underground following with college radio buffs. By 1985, What Is This was kaput (after issuing a single self-titled album), as Slovak and Irons returned back to the Peppers, resulting in the George Clinton-produced Freaky Styley. While the album was an improvement over its predecessor, it still lacked the fire of the band’s in-concert experience, a problem that would finally be solved with their next album, 1987’s The Uplift Mofo Party Plan. The album was the group’s first to make an impression on the charts, and they followed it up a year later with stopgap five-track release, The Abbey Road EP, in 1988. But just as the world was warming up to the Peppers, tragedy struck when Slovak died from a heroin overdose on June 25, 1988.

In the wake of Slovak’s death, Irons left the group for the second and final time, while Kiedis (who was also battling drug addiction at the time) and Flea decided to soldier on. After a new lineup consisting of former Parliament guitarist Blackbyrd McKnight and former Dead Kennedys drummer D.H. Peligro didn’t work out, the duo found worthy replacements in newcomers John Frusciante and Chad Smith. The new-look Chili Peppers hit pay dirt straight away, as their first album together, 1989’s Mother’s Milk, became a surprise hit due to MTV’s exposure of their videos for a cover of Stevie Wonder’s “Higher Ground” and a song about their fallen friend Slovak, “Knock Me Down,” as the album was certified gold by early 1990.

The group knew that their next release would be the most important one of their career, so they moved into a mansion-turned-recording studio with producer Rick Rubin to work on what would become their most successful release yet, the stripped-down Blood Sugar Sex Magik (their first for the Warner Bros. label). The album became a monster hit upon its September 1991 release (going on to eventually sell a staggering seven million copies in the U.S. alone), as it spawned such hits as “Give It Away” and the group’s first Top Ten single, “Under the Bridge.”

But not all was well in the Chili Peppers camp. Like his predecessor, Frusciante had become addicted to hard drugs, and abruptly left the band mid-tour in early 1992. Undeterred, the band enlisted new member Arik Marshall, and headlined Lollapalooza II in the summer. When the band returned to the studio to work on their sixth release overall, it quickly became apparent that Marshall didn’t fit in, and was replaced by Jesse Tobias. But before Tobias could record a note with the group, he was handed his walking papers as well, and former Jane’s Addiction guitarist Dave Navarro signed on. After a layoff of four years, the Peppers’ much-delayed follow-up to BSSM was released in 1995, One Hot Minute. While the album was a sizeable hit, it failed to match the success and musical focus of its predecessor, as it became apparent during the album’s ensuing tour that Navarro wasn’t fitting in as well as originally hoped, and left the band in early 1998.

After Frusciante had left the group, he released a pair of obscure solo releases, 1995’s Niandra Lades and Usually Just a T-Shirt and 1997’s Smile from the Streets You Hold, yet rumors circulated that the guitarist was homeless, penniless, and sickly with a death-defying drug habit. After checking himself into rehab and putting his demons behind him, Frusciante emerged once again refocused and re-energized, and promptly accepted an invitation to rejoin the Peppers once more.

The group’s reunion album, 1999’s Californication, proved to be another monster success, reconfirming the Chili Peppers as one of alternative rock’s top bands. The band put in a quick guest appearance on Fishbone’s Psychotic Friends Nuttwerx before hitting the road to support the album. The following months found the band getting involved in bizarre situations and controversies. First, their refusal to play songs from One Hot Minute during the tour was an unpopular decision with some fans and a sore spot for Dave Navarro. Next, they reignited a personal feud between Kiedis and Mr. Bungle singer Mike Patton by refusing to play a series of European concerts with Bungle. Patton responded with a “tribute” show for the Peppers, where Bungle mocked their stage moves, faked shooting up heroin, and imitated Kiedis’ comments about Patton. They also played the ill-fated Woodstock ‘99 festival, where their headlining performance was met with piles of burning rubble and a full-scale riot. Tours with the Foo Fighters and Pearl Jam brought them into the next year without problems, but they stepped off the road after a planned stop in Israel was halted due to security worries. They returned to the studio in November of 2001 and by the summer of 2002 they had a new album ready to drop, By the Way. Warner Brothers released a Greatest Hits compilation in 2003, followed by a chart-topping two-CD album of all-new material, Stadium Arcadium, in 2006.

DISCOGRAPHY

The Red Hot Chili Peppers

Freaky Styley

The Uplift Mofo Party Plan

Mother’s Milk

Blood Sugar Sex Magik

One Hot Minute

Californication

By the Way

Live in Hyde Park

Stadium Arcadium

no coverFunk Brothers in Arms & Lollapalooza ‘92 [live]